Tetesan Air Mata Tak Akan Membuatnya Mengerti
Agatha Reynita adalah cewek yang baik, supel, optimis, memiliki badan yang ideal dan rambut keriting gantung sepanjang bahu. Agatha Reynita, cewek yang baru saja beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ya dia adalah murid baru kelas 7 semester genap di sebuah SMP yang terletak di Jawa Barat. Namun, baginya kondisi itu bukanlah kondisi yang sangat baru. Karena sebenarnya Agatha Reynita cewek yang akrab dipanggil Rey ini ternyata sudah mengenal beberapa teman di sekolah barunya. Rey adalah anak yang supel dan gampang banget adaptasi dengan sekitarnya. Tak lama pindah sekolah saja dia sudah memiliki 4 sahabat yang sangat baik dan care sama dia.
Hidup Rey selalu diwarnai dengan keceriaan. Jam istirahatlah tiba, waktu seperti itu yang Rey suka, karena bisa kumpul dengan empat serangkai. Saat di kelas geografi Rey menghabiskan novelnya yang tidak sempat dibacanya 2 minggu ini karena disibukan dengan pindahan yang ribetnya minta ampun. Tidak lama kemudian ada suara,"Rey...." panggil Fanya dengan semangat empat lima sahabat Rey yang paling lucu, tembem, alat, dan kocak karena lolanya dia. "Hah(kaget)..apaan?? Gue gak budek kali" jawab Rey dengan jutek. "Hehehe.." Fanya hanya tertawa, "eh..elo liat Kanya gak? Dari tadi pagi gue nggak liat soalnya" Tanya Rey. "Hah??? Kanya sapa??" Jawab Fanya dengan polosnya. "Ihh..kanya sahabat kita, lo gimana sih? Masa sahabat lo sendiri lo lupa sihh," jelas Rey. "Hehehe..kan yang namanya Kanya banyak"elak Fanya. "Banyak ap-" pembicaraan Rey terpotong dengan kehadiran Grego,"woii..." bentak grego cowok yang super jail sampai kaya gak punya hati jailnya, tapi dia orangnya sebenernya baik dan dia adalah sahabat Rey yang cowok satu-satunya. "Anjay lo.." sahut Rey. "Duhh..ngrusak suasana hati aja," timpal Fanya dengan medoknya dia keluar, karena dia sebenarnya asli orang Malang. "Medoknya keluar ya mbak???" Ejek grego. "O ya gre, lo liat Kanya gak?" Tanya Rey. Jawab Grego "aduh..lo kaya enggak kenal Kanya aja, jam istirahat itu jam modus tipis-tipis, sono di tangga depan ruang biologi," terang Grego. O iya, Kanya itu adalah sahabat Rey yang baik, enggak pemalu, kulitnya eksotis yang sering dijadiin lelucon oleh grego, namun Kanya ini cewek yang manis.
"Wooiii!!!" Serbu Rey, Fanya, dan Grego pda Kanya, sampai-sampai penyakit Kanya kambuh "copot eh copot jantung hati lo eh copot copot eh..." Reaksi Kanya penuh ekspresi, "sssttt..penyakit lo bisa ga sih dimusnahin, sana kedokter keduluan sekalian," kata Grego tanpa rasa bersalah. "Ihh..harusnya gue yang marah. Ngapain jadi lo???" Timpal Kanya. "Aduh ...kalian ini kayak lampu dan api aja," sahut Rey. Tentang Fanya, " kayak anjing sama cacing kalik Rey". "Kayak anjing sama kucing kalik," jawab grego dam kanya dengan compaknya, kemudian mereka berdua saling bertatap muka lalu sama sama buang muka. "Maksud gue, kalian itu kayak lampu dan api yang sama sama menerangi dan menuntun dalam gelap dan tak mau akui kenyataan itu," jalas Rey. "Sejak kapan lo jadi puitis ?" Tanya Kanya penasaran. "Sejak- ada dehhh," jawab Rey yang membuat Fanya, kanya, dan grego penasaran. "Jangan jangan lo lagi deket sama cowok ya?" Tebak grego. "Ya iya lah dia deket sama cowok, kan disamping lo grego," sahut Fanya dengan PDnya. "Lo tetep aja ya lolanya, buang itu kutukan, takut kesukaran gue.. Maksud grego, Rey lagi deket sama cowok. MUNGKIN" cerocos kanya. " ya sorry kan gue masih polos" elak Fanya. "Polos dari hongkong.. Terus Andi sapa Fan??" Tanya Rey. "Ya sudahlah ya" jawab Fanya.
Memang benar tebak grego, Rey sudah mulai menjalin hubungan dengan kakak kelasnya. Dimulai dari sebuah chat yang sederhana. Namun, dalam kesederhanaan komunikasi mereka dapat menciptakan sebuah harmoni yang membuat mereka saling merasakan kenyamanan. Setiap hari Rey dan Rius, Rius adalah kakak kelas yang kini menjadi gebetan si Rey. Rius adalah cowok idaman semua cewek, baik, pinter, afut(anak futsal), karate juga oke, keren, dan cowok perfect banget idaman kaum hawa. Beruntinhnya Rey memiliki kak Rius dan Beruntinhnya Kak Rius memiliki Rey, karena mereka sama sama orang yang perfect. Kedekatan mereka dapat digolongan sebagai TTM tapi mereka tidak pernah mengumbar itu di depan seluruh anak. Kedekatan itu mulai menjadi dan......
Ketika itu adalah hari spesial, hari sabtu yang tidak Rey suka, karena hari di mana pasangan mengadu rindu sedangkan Rey hanya menunggu sebuah kepastian. Hari itu berjalan seperti biasa, namun chat kak Rius membuat debaran jantung Rey lebih cepat seratus kali. Kak Rius, cowok yang dapat digolongkan cowok kurang berani mengungkapkan sebuah perasaan, namun tidak untuk kali ini. Dia mengungkapkan isi hatinya dengan untaian kata yang membentuk sebuah kalimat istimewa, menguntai kalimat istimewa menjadi sebuah ungkapan rasa. Ungkapan itu hanya membuat Rey bingung dan terlampau bingung untuk memilih dalam setiap untaian yang kak Rius buat. "Jadi kamu pilih mana Rey?" Tanya kak Rius di chat. "Emm... Apaan sih kak?" Bingung Rey. " jadi gimana? Pilih dong dari semua pilihan itu," jelas kak Rius. Jawab Rey, " kan kak Rius tau kita ini temenan,". "Aduh.. Jadi gini dehh.. Kamu mau jadi pacar aku?" To the point langsung si kak Rius. Rey adalah anak yang rajin dan paking takut nilainha jeblok. Pas banget..kak Rius nembaknya malam minggu dan seninnya adalah hari pertama UAS. Delima sudah hati si Rey dihadapkan pilihan, di mana dia gak mau nilainya jeblok tapi dia sudah suka benget sama kak Rius. Awalnya Rey bilang akan kasih jawaban setelah UAS selesai. Tapi, hati tak bisa menahan, "ya udah kak, aku mau jadi pacar kakak," jawab Rey setelah kata-kata memberi jawaban minggu depan.
"Wow..jadi sekarang kita pacaran?" Tanya Rius. "Terus kamu mau panghialn sayang apa dari aku?" Tanya kak Rius. Rey tetep sayang sama kak Rius meskipun dia alay kuadrat dan kurang gentle, nembak cewek di chat.
Tapi mereka menjalani hubungan mereka dengan backstreet, biasa pasangan baru.
Hari minggu adalah waktu untuk Rey, Kanya dan Fanya untuk hangout bareng. Pagi itu wajah Rey amat teramat bahagia, sampai senyum-senyum sendiri, "he! Lo ngapain sih Rey dari tadi senyum-senyum sendiri, kesambet lo ya?" Tanya kanya yang mebubarkan lamunan Rey. "Ih..kamvret lu...ya kalik cewek secantik gue kesambet" jawab Rey. "Lo kenaoa sih?" Sahut Fanya. "Ohhh ga pa pa kok,hehehe" elak Rey. "Oo lo udah main rahasia-rahasian sama sahabat lo sendiri.." Kanya memojokan Rey.